Selasa, 28 juli 2026-4A-pend. Pancasila, SENI RUPA, & IPAS

 




Selamat pagi,,,, 

Assalamualaikum.wr.wb anak shalih/sholeha IV.A bagaimana kabarnya hari ini Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Jangan lupa sebelum belajar mendengarkan tausiah dan merangkum isinya kemudian tadarus dan sholat duha.


MAPEL PENDIDIKAN PANCASILA

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Peserta didik mampu menjelaskan perumusan pancasila dengan bauk.

MATERI AJAR : PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA



Gagasan Perumusan Dasar Negara

Selaku ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI), dr.Radjiman Wedyodiningrat dari mulai sidang mengajukan suatu masalah sebagai agenda utamanya. Masalah tersebut merupakan hal penting dan mendasar dalam suatu negara yang baru terbentuk. Dalam sidang BPUPK tersebut, proses perumusan dasar negara Indonesia dimulai. Pada pembicaraan rumusan calon dasar negara majulah beberapa orang pembicara dalam sidang tersebut, diantaranya Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno untuk memaparkan gagasannya. Gagasan tersebut kemudian dimusyawarahkan dan disepakati hingga akhirnya bernama Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia merdeka. Gagasan dari ketiga tokoh tersebut dijabarkan dalam uraian berikut ini.


a) Mr. Muhammad Yamin

Pada pelaksanaan sidang pertama BPUPK tanggal 29 Mei 1945, peristiwa ini menjadi tonggak sejarah karena pada saat itu yang mendapat kesempatan pertama berbicara adalah Mr. Muhammad Yamin untuk menyampaikan mengenai buah pikirannya tentang dasar negara. Pidatonya berisi lima asas dasar negara Indonesia Merdeka, yaitu:

(1) Peri Kebangsaan.

(2) Peri Kemanusiaan.

(3) Peri Ketuhanan.

(4) Peri Kerakyatan.

(5) Kesejahteraan Rakyat.


b) Prof. Dr. Mr. Soepomo

Selanjutnya tampil Prof. Dr. Mr. Soepomo berpidato di hadapan sidang BPUPK pada tanggal 31 Mei 1945. Dalam pidatonya beliau menyampaikan usulan tentang dasar negara Indonesia merdeka yang terdiri dari lima gagasan:

(1) Persatuan

(2) Kekeluargaan

(3) Keseimbangan lahir batin

(4) Musyawarah

(5) Keadilan rakyat

c) Ir. Soekarno (1 Juni 1945)

Di hadapan sidang BPUPK, Ir. Soekarno menyampaikan pandangan dan pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945. Usulan secara lisan berupa lima asas yang diajukan dalam pidatonya sebagai bentuk

dasar negara Indonesia. Adapun rumusan dasar negara tersebut adalah sebagai berikut:

(1) Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia.

(2) Internasionalisme atau Perikemanusiaan.

(3) Mufakat atau Demokrasi.

(4) Kesejahteraan sosial.

(5) Ketuhanan yang berkebudayaan.


Ir. Soekarno mengatakan bahwa saran dari salah seorang ahli bahasa, lima asas di atas diusulkan agar diberi nama “Pancasila”. Istilah “Pancasila” sebagai dasar negara tersebut diterima oleh sidang secara penuh. Selanjutnya, beliau mengungkapkan usulan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas lagi menjadi Tri Sila yang rumusannya:

(1) Sosio Nasionalisme, yaitu Nasionalisme dan Internasionalisme.

(2) Sosio Demokrasi, yaitu Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat.

(3) Ketuhanan Yang Maha Esa.

Kemudian, Ir. Soekarno menyampaikan kembali bahwa Tri Sila tersebut masih dapat diperas lagi menjadi Eka Sila atau satu sila yang intinya adalah “gotong-royong.


Kesimpulan materi:

Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila. Sebelum menjadi seperti sekarang, Pancasila dirumuskan melalui beberapa tahap penting oleh para tokoh pendiri bangsa. Proses perumusan ini terjadi pada masa sidang-sidang penting menjelang kemerdekaan Indonesia, seperti sidang BPUPKI dan PPKI.

Beberapa tokoh penting yang terlibat dalam perumusan Pancasila antara lain:

  • Ir. Soekarno

  • Moh. Yamin

  • Dr. Soepomo

Akhirnya, pada tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila secara resmi disahkan sebagai dasar negara Indonesia dan tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.


MATA PELAJARAN: SENI RUPA

TUJUAN PEMEBELAJARAN:
Murid mampu mengenal prinsip desain,    mengidentifikasi prinsip desain pada karya seni, menjelaskan fungsi prinsip desain dalam kehidupan sehari-hari.

M  MATERI AJAR: Mengenal Prinsip Desain pada Karya Seni dan Benda di Sekitar



A. Apa itu Prinsip Desain?

Prinsip desain adalah aturan atau pedoman yang digunakan agar sebuah karya seni atau benda tampak menarik, rapi, dan nyaman dilihat. Prinsip desain membantu seseorang menyusun bentuk, warna, garis, dan ruang sehingga menghasilkan karya yang indah dan memiliki fungsi yang baik.

Prinsip desain tidak hanya terdapat pada lukisan atau kerajinan, tetapi juga dapat ditemukan pada berbagai benda di sekitar, seperti tas, buku, pakaian, meja, kursi, kemasan makanan, dan taman.

B. Jenis-Jenis Prinsip Desain

1. Keseimbangan (Balance)

Keseimbangan adalah susunan bagian-bagian suatu benda sehingga terlihat serasi dan tidak berat sebelah.

Contoh:

  • Dua pot bunga diletakkan di kanan dan kiri pintu.
  • Gambar kupu-kupu memiliki sayap kanan dan kiri yang seimbang.

2. Kesatuan (Unity)

Kesatuan berarti semua bagian dalam suatu karya saling mendukung sehingga terlihat sebagai satu kesatuan.

Contoh:

  • Warna dan bentuk pada kemasan makanan saling cocok.
  • Seragam sekolah memiliki warna dan model yang sama.

3. Irama (Rhythm)

Irama adalah pengulangan bentuk, warna, atau garis yang teratur sehingga menciptakan kesan bergerak.

Contoh:

  • Motif batik.
  • Pagar dengan bentuk yang berulang.

4. Penekanan (Emphasis)

Penekanan adalah bagian yang dibuat lebih menonjol sehingga menjadi pusat perhatian.

Contoh:

  • Judul buku dicetak lebih besar daripada isi.
  • Logo pada kemasan dibuat lebih mencolok.

C. Mengenal Prinsip Desain melalui Pengamatan

Amatilah benda-benda di sekitar kelas atau rumah.

Contoh benda:

  • Tas sekolah
  • Tempat pensil
  • Buku tulis
  • Botol minum
  • Kursi
  • Lemari

Perhatikan:

  • Apa warna yang digunakan?
  • Apakah bentuknya seimbang?
  • Bagian mana yang paling menarik perhatian?
  • Apakah seluruh bagian tampak serasi?



MATA PELAJARAN; IPAS

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Peserta didik memahami bentuk energi (panas, cahaya, gerak, listrik, bunyi).

MATERI AJAR: BENTUK-BENTUK ENERGI

Pengertian Energi

Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau menyebabkan terjadinya perubahan. Energi sangat penting bagi kehidupan karena digunakan untuk bergerak, belajar, bekerja, bermain, dan menjalankan berbagai alat.

Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.




Bentuk-Bentuk Energi

1. Energi Panas (Kalor)

Energi panas adalah energi yang dapat menaikkan suhu suatu benda.

Contoh:

  • Matahari menghangatkan bumi.
  • Kompor menghasilkan panas untuk memasak.
  • Setrika digunakan untuk merapikan pakaian.

Manfaat:

  • Memasak makanan.
  • Mengeringkan pakaian.
  • Menghangatkan tubuh.

2. Energi Cahaya

Energi cahaya adalah energi yang dipancarkan oleh sumber cahaya.

Contoh:

  • Matahari.
  • Lampu.
  • Lilin.

Manfaat:

  • Membantu manusia melihat.
  • Membantu tumbuhan membuat makanan melalui fotosintesis.
  • Penerangan pada malam hari.

3. Energi Bunyi

Energi bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar.

Contoh:

  • Bel sekolah.
  • Gitar.
  • Drum.
  • Speaker.

Manfaat:

  • Alat komunikasi.
  • Hiburan.
  • Tanda atau peringatan.

4. Energi Gerak (Kinetik)

Energi gerak adalah energi yang dimiliki benda yang sedang bergerak.

Contoh:

  • Sepeda yang melaju.
  • Bola yang menggelinding.
  • Kipas angin yang berputar.
  • Air sungai yang mengalir.

5. Energi Listrik

Energi listrik adalah energi yang digunakan untuk mengoperasikan berbagai peralatan elektronik.

Contoh:

  • Televisi.
  • Kulkas.
  • Rice cooker.
  • Komputer.
  • Lampu.

Energi listrik dapat diubah menjadi energi cahaya, panas, bunyi, atau gerak.


6. Energi Kimia

Energi kimia tersimpan di dalam makanan, minuman, dan bahan bakar.

Contoh:

  • Nasi.
  • Buah-buahan.
  • Bensin.
  • Gas LPG.
  • Baterai.

Energi kimia diubah menjadi energi lain ketika digunakan.


Perubahan Bentuk Energi

Beberapa bentuk energi dapat berubah menjadi bentuk energi lainnya.

PeristiwaPerubahan Energi
Lampu menyalaEnergi listrik → energi cahaya
Kipas anginEnergi listrik → energi gerak
SetrikaEnergi listrik → energi panas
Kompor gasEnergi kimia → energi panas
Mobil berjalanEnergi kimia → energi gerak
SpeakerEnergi listrik → energi bunyi

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Matahari memberikan energi cahaya dan panas.
  • Tubuh memperoleh energi dari makanan.
  • Sepeda bergerak karena tenaga pengendara.
  • Televisi menggunakan energi listrik.
  • Baterai menyimpan energi kimia untuk menghidupkan senter atau mainan.

Kegiatan Pengamatan

Amatilah benda-benda di rumah atau di kelas.

Tuliskan hasil pengamatan pada tabel berikut.

Nama BendaBentuk EnergiManfaat
LampuCahayaMenerangi ruangan
Kipas anginGerakMenyejukkan udara
KomporPanasMemasak makanan
RadioBunyiMendengarkan informasi

Latihan

A. Pilihan Ganda

  1. Energi yang digunakan untuk menyalakan televisi adalah ....
    a. Energi panas
    b. Energi listrik
    c. Energi bunyi
    d. Energi cahaya
  2. Matahari merupakan sumber energi ....
    a. Kimia
    b. Panas dan cahaya
    c. Bunyi
    d. Gerak
  3. Energi yang dimiliki benda yang bergerak disebut energi ....
    a. Cahaya
    b. Kimia
    c. Gerak
    d. Bunyi

B. Isian

  1. Sebutkan tiga contoh sumber energi di sekitar kita!
  2. Mengapa tubuh manusia memerlukan energi?
  3. Sebutkan dua contoh perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari!

Kesimpulan

  • Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau menyebabkan perubahan.
  • Bentuk-bentuk energi meliputi energi panas, cahaya, bunyi, gerak, listrik, dan kimia.
  • Energi dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan sehari-hari dan dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.
  • Memahami bentuk-bentuk energi membantu kita menggunakan energi secara bijaksana dan efisien.

MEDIA/SUMBER PEMBELAJARAN:

- Buku MAPEL IPAS, SENI RUPA, MATEMATIKA KELAS IV

- LCD

- GAMBAR

- VIDEO

- KERTAS ORIGAMI

  METODE PEMBELAJARAN:

- Ceramah, tanya jawab, pengamatan, diskusi, PBL, Discovery Learning

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembelajaran : senin ,28 juli 2025

pembelajaran: jum'at, 19 september 2025

Pembelajaran: senin, 1 september 2025