Kamis, 30 juli 2026-4A-B.Indonesia, SENI RUPA & IPAS

 




Selamat pagi,,,, 

Assalamualaikum.wr.wb anak shalih/sholeha IV.A bagaimana kabarnya hari ini Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Jangan lupa sebelum belajar mendengarkan tausiah dan merangkum isinya kemudian tadarus dan sholat duha.


MAPEL BAHASA INDONESIA

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu menjelaskan pengertian dan mengidentifikasi ciri-ciri kalimat transitif dan kalimat intransitif dengan baik.

MATERI AJAR; KALIMAT TRANSITIF DAN INTRANSITIF



1. Pengertian Kalimat Transitif

Kalimat transitif adalah kalimat yang predikatnya memerlukan objek agar maknanya menjadi lengkap. Predikat dalam kalimat transitif biasanya berupa verba (kata kerja) transitif, seperti membaca, menulis, membeli, membawa, mencuci, dan memasak.

Pola umum:

Subjek (S) + Predikat (P) + Objek (O) + Keterangan (K)

Contoh Kalimat Transitif

  • Ayah mencuci mobil setiap hari Minggu.
  • Ibu memasak sayur di dapur.
  • Rani membaca buku cerita.
  • Guru menjelaskan pelajaran dengan jelas.
  • Adik meminum susu sebelum tidur.

Pada contoh di atas, kata mobil, sayur, buku cerita, pelajaran, dan susu berfungsi sebagai objek.

2. Pengertian Kalimat Intransitif

Kalimat intransitif adalah kalimat yang predikatnya tidak memerlukan objek. Kalimat ini sudah memiliki makna yang lengkap tanpa adanya objek.

Pola umum:

  • Subjek (S) + Predikat (P)
  • Subjek (S) + Predikat (P) + Keterangan (K)

Contoh Kalimat Intransitif

  • Adik tidur.
  • Burung terbang tinggi.
  • Kami bermain di halaman.
  • Ibu tersenyum bahagia.
  • Siswa-siswi berbaris dengan rapi.

Kalimat-kalimat tersebut tidak memerlukan objek agar maknanya tetap utuh.

E. Perbedaan Kalimat Transitif dan Intransitif

AspekKalimat TransitifKalimat Intransitif
ObjekMemerlukan objekTidak memerlukan objek
PredikatKata kerja transitifKata kerja intransitif
MaknaBelum lengkap tanpa objekSudah lengkap tanpa objek
ContohSinta membaca buku.Sinta membaca di perpustakaan.

F. Ciri-Ciri Kalimat Transitif

  • Memiliki objek.
  • Predikat berupa kata kerja transitif.
  • Objek dapat diubah menjadi subjek dalam kalimat pasif.

Contoh:

Kalimat aktif:

Rudi menendang bola.

Kalimat pasif:

Bola ditendang Rudi.

G. Ciri-Ciri Kalimat Intransitif

  • Tidak memiliki objek.
  • Predikat tidak memerlukan objek.
  • Umumnya diikuti keterangan tempat, waktu, atau cara.

Contoh:

  • Ayah bekerja di kantor.
  • Kami berjalan pagi tadi.
  • Burung berkicau setiap pagi.

H. Contoh Kalimat dalam Kehidupan Sehari-hari

Kalimat Transitif

No.Kalimat
1Ani menyiram bunga setiap pagi.
2Ibu membeli sayuran di pasar.
3Dodi mengerjakan tugas sekolah.
4Ayah memperbaiki sepeda.
5Kakak membersihkan kamar.

Kalimat Intransitif

No.Kalimat
1Ani berjalan ke sekolah.
2Bayi tertidur pulas.
3Ayah bekerja hingga sore.
4Burung berkicau merdu.
5Kami berolahraga setiap Minggu.

I. Langkah Mengidentifikasi Kalimat Transitif dan Intransitif

  1. Temukan predikat (kata kerja) dalam kalimat.
  2. Tanyakan "apa?" atau "siapa?" setelah predikat.
  3. Jika ada jawaban berupa objek, kalimat tersebut termasuk transitif.
  4. Jika tidak ada objek, kalimat tersebut termasuk intransitif.

Contoh:

Kalimat:

Siti membaca novel.

Pertanyaan:

Membaca apa?

Jawaban:

Novel.


 MAPEL IPAS

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Peserta didik dapat menjelaskan perubahan bentuk-bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari dengan baik.

MATERI AJAR:

PERUBAHAN BENTUK-BENTUK ENERGI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI



Pengertian Energi

Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja atau menyebabkan terjadinya perubahan. Energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, tetapi dapat berubah dari satu bentuk menjadi bentuk lainnya.


Bentuk-Bentuk Energi

Beberapa bentuk energi antara lain:

  • Energi panas (kalor)
  • Energi cahaya
  • Energi bunyi
  • Energi listrik
  • Energi gerak (kinetik)
  • Energi kimia
  • Energi potensial

Perubahan Bentuk Energi

Perubahan energi adalah proses berubahnya satu bentuk energi menjadi bentuk energi lainnya.

Contoh perubahan energi:

Alat/KegiatanPerubahan Energi
LampuEnergi listrik → Energi cahaya dan panas
Kipas anginEnergi listrik → Energi gerak
SetrikaEnergi listrik → Energi panas
TelevisiEnergi listrik → Energi cahaya dan bunyi
BlenderEnergi listrik → Energi gerak
SenterEnergi kimia (baterai) → Energi listrik → Energi cahaya
Kompor gasEnergi kimia → Energi panas
MobilEnergi kimia (bensin) → Energi gerak
Tubuh manusiaEnergi kimia (makanan) → Energi gerak dan panas
Panel suryaEnergi cahaya matahari → Energi listrik

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Menyalakan Lampu

Energi listrik berubah menjadi energi cahaya sehingga ruangan menjadi terang.

2. Memasak Air

Kompor mengubah energi kimia menjadi energi panas untuk memanaskan air.

3. Mengendarai Sepeda

Energi kimia dari makanan diubah menjadi energi gerak saat mengayuh sepeda.

4. Mengisi Daya Telepon Seluler

Energi listrik disimpan menjadi energi kimia di dalam baterai.

5. Bermain Gitar

Energi gerak dari tangan menghasilkan energi bunyi.


Ilustrasi Perubahan Energi

Matahari
     ↓
Energi Cahaya
     ↓
Panel Surya
     ↓
Energi Listrik
     ↓
Lampu
     ↓
Energi Cahaya
Makanan
     ↓
Energi Kimia
     ↓
Tubuh Manusia
     ↓
Energi Gerak

Aktivitas Pembelajaran

Alat dan Bahan

  • Senter
  • Baterai
  • Kipas angin kecil
  • Lampu
  • Lilin (dengan pendampingan guru)
  • Gambar berbagai peralatan rumah tangga

Langkah Kegiatan

  1. Amati berbagai alat di sekitar kelas.
  2. Tentukan sumber energinya.
  3. Tuliskan perubahan energi yang terjadi.
  4. Diskusikan hasil bersama kelompok.
  5. Presentasikan hasil diskusi.

MAPEL SENI RUPA

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Peserta didik mampu mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain pada karya seni dan benda di sekitar memlalui kegiatan mengamati, berdiskusi, dan membuat karya sederhana.

MATERI AJAR:

MENGIDENTIFIKASI UNSUR RUPA DAN PRINSIP DESAIN PADA KARYA SENI SERTA MEMBUAT KARYA SEDERHANA



1. Pengertian Unsur Rupa

Unsur rupa adalah bagian-bagian dasar yang membentuk sebuah karya seni. Unsur-unsur ini menjadi dasar dalam membuat gambar, lukisan, maupun karya seni lainnya.

Unsur-Unsur Rupa

a. Titik

Titik merupakan unsur rupa yang paling sederhana dan menjadi awal terbentuknya garis maupun bentuk.

Contoh:

  • Titik-titik pada gambar bunga.
  • Titik pada motif batik.

b. Garis

Garis adalah kumpulan titik yang memanjang.

Jenis garis:

  • Garis lurus
  • Garis lengkung
  • Garis zig-zag
  • Garis bergelombang
  • Garis putus-putus

Fungsi garis:

  • Membentuk objek
  • Memberi arah
  • Memberi kesan gerak

c. Bentuk (Shape)

Bentuk adalah hasil pertemuan beberapa garis.

Contoh bentuk:

  • Lingkaran
  • Persegi
  • Segitiga
  • Oval
  • Bintang

d. Warna

Warna membuat karya seni menjadi lebih menarik.

Jenis warna:

  • Warna primer
    • Merah
    • Kuning
    • Biru
  • Warna sekunder
    • Hijau
    • Jingga
    • Ungu
  • Warna tersier
    • Campuran warna primer dan sekunder.

e. Tekstur

Tekstur adalah kesan permukaan suatu benda.

Contoh:

  • Halus
  • Kasar
  • Licin
  • Berbulu

f. Ruang

Ruang memberikan kesan jauh, dekat, tinggi, rendah, besar, atau kecil pada sebuah gambar.

2. Prinsip Desain

Prinsip desain adalah pedoman dalam menyusun unsur-unsur rupa agar karya seni terlihat indah dan menarik.

a. Keseimbangan (Balance)

Susunan gambar tampak seimbang sehingga tidak berat sebelah.

Contoh:
Dua pohon digambar pada sisi kanan dan kiri secara proporsional.

b. Kesatuan (Unity)

Semua bagian gambar tampak saling mendukung sehingga menjadi satu kesatuan.

Contoh:
Rumah, pohon, jalan, dan matahari menjadi pemandangan yang utuh.

c. Irama (Rhythm)

Pengulangan bentuk, garis, atau warna sehingga menimbulkan kesan teratur.

Contoh:
Motif batik.
Pagar yang berulang.

d. Penekanan (Emphasis)

Bagian tertentu dibuat lebih menonjol agar menjadi pusat perhatian.

Contoh:
Bunga berwarna merah di tengah taman.

e. Proporsi

Perbandingan ukuran antarobjek agar terlihat sesuai.

Contoh:
Ukuran pohon lebih besar daripada bunga.

E. Mengidentifikasi Unsur Rupa pada Karya Seni

Perhatikan gambar pemandangan.

Objek yang terlihat:

  • Matahari
  • Gunung
  • Pohon
  • Sawah
  • Rumah
  • Sungai

Unsur rupa yang ditemukan

Unsur RupaContoh pada Gambar
TitikBintang, bunga kecil
GarisJalan, batang pohon
BentukMatahari, rumah, gunung
WarnaBiru langit, hijau rumput
TeksturDaun, batang pohon
RuangGunung tampak jauh

F. Mengidentifikasi Prinsip Desain

Prinsip DesainContoh
KeseimbanganPohon di kanan dan kiri gambar
KesatuanSemua objek membentuk pemandangan
IramaRumput atau bunga berulang
PenekananMatahari berwarna cerah
ProporsiGunung lebih besar daripada rumah

G. Membuat Karya Seni Sederhana

Tema

"Sekolah Bwrsih dan Indah"

Alat dan Bahan

  • Kertas gambar
  • Pensil
  • Penghapus
  • Krayon atau pensil warna
  • Spidol (opsional)

Langkah-Langkah

  1. Tentukan tema gambar.
  2. Buat sketsa sederhana.
  3. Tambahkan unsur rupa seperti garis, bentuk, dan warna.
  4. Susun gambar agar seimbang.
  5. Berikan warna sesuai objek.
  6. Rapikan hasil gambar.
  7. Beri nama karya.

Komentar