Pembelajaran: rabu, 21 januari 2026

Matematika
Tujuan Pembelajaran
- Peserta didik mampu memahami dan menggunakan visualisasi spasial dengan mengamati, menggambar, dan menafsirkan tampak depan, atas, dan samping suatu bangun atau susunan benda dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Memahami Pandangan Mata: Depan, Atas, dan Samping
Bayangkan kamu memiliki tumpukan balok kayu. Untuk memahami bentuknya secara utuh, kita tidak cukup hanya melihat dari satu arah. Kita menggunakan tiga sudut pandang utama yang disebut Proyeksi Ortogonal:
Tampak Depan (Front View): Apa yang kamu lihat saat berdiri tepat di depan benda tersebut.
Tampak Atas (Top View/Plan): Apa yang kamu lihat jika kamu terbang seperti burung atau menggunakan drone tepat di atas benda tersebut.
Tampak Samping (Side View): Apa yang kamu lihat dari sisi kiri atau kanan benda.
1. Mengamati Susunan Benda (Kubus Satuan)
Mari kita mulai dengan susunan kubus satuan. Perhatikan bahwa sebuah bangunan yang terlihat rumit dari depan, mungkin terlihat sangat sederhana dari atas.
Contoh Kasus: Sebuah susunan benda terdiri dari 4 kubus (3 di bawah membentuk huruf L, dan 1 di atas kubus paling pojok).
Tampak Atas: Kamu hanya akan melihat bentuk dasar di lantai (seperti huruf L).
Tampak Depan: Kamu akan melihat ketinggian bangunan tersebut.
Tampak Samping: Kamu mungkin hanya melihat dua kotak bertumpuk.
2. Menggambar Sketsa 2 Dimensi (2D)
Saat menggambar tampak depan, atas, dan samping, kita mengubah benda 3D menjadi bentuk datar (2D). Gunakan kertas berpetak untuk mempermudah.
Tips Menggambar:
Tampak Atas diletakkan di bagian atas.
Tampak Depan diletakkan di bawah tampak atas.
Tampak Samping diletakkan di sebelah kanan atau kiri tampak depan.
Penting: Pastikan jumlah kotak yang digambar sesuai dengan jumlah kubus yang terlihat dari arah tersebut.
3. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Kemampuan ini bukan hanya untuk pelajaran matematika, tapi sangat berguna untuk:
Membaca Denah Rumah: Arsitek menggunakan tampak atas untuk menunjukkan tata letak ruangan.
Merakit Furnitur: Saat membeli lemari yang harus dirakit sendiri, instruksinya menggunakan gambar tampak depan dan samping.
Parkir Kendaraan: Driver perlu membayangkan posisi mobil dari tampak atas agar tidak menabrak benda di sekitarnya.
Pengemasan Barang: Menentukan bagaimana menata dus di dalam bagasi mobil agar muat banyak.
Menulis Kalimat Aktif dan Pasif
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan pengertian kalimat aktif dan kalimat pasif.
Mengidentifikasi ciri-ciri kalimat aktif dan pasif.
Menulis kalimat aktif dan pasif berdasarkan:
gagasan
hasil pengamatan
pengalaman
imajinasi
Berpartisipasi aktif dalam kegiatan diskusi dan permainan bahasa.
B. Apersepsi (Kegiatan Awal – Interaktif)
Guru bertanya:
“Siapa yang tadi pagi membantu orang tua di rumah?”
“Apa yang kamu lakukan?”
Contoh jawaban siswa:
Saya menyapu halaman.
Guru menuliskan di papan tulis dan bertanya:
“Siapa yang melakukan kegiatan menyapu?”
Dari sini siswa dikenalkan pada kalimat aktif.
C. Pengertian Kalimat Aktif dan Pasif
1. Kalimat Aktif
Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu tindakan.
Ciri-ciri:
Subjek sebagai pelaku
Predikat biasanya berawalan me-
Contoh:
Ani membaca buku.
Ayah menanam pohon.
2. Kalimat Pasif
Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai suatu tindakan.
Ciri-ciri:
Subjek sebagai penerima tindakan
Predikat biasanya berawalan di-
Contoh:
Buku dibaca oleh Ani.
Pohon ditanam oleh Ayah.
D. Perbedaan Kalimat Aktif dan Pasif
| Kalimat Aktif | Kalimat Pasif |
|---|---|
| Ibu memasak nasi | Nasi dimasak oleh ibu |
| Siswa membersihkan kelas | Kelas dibersihkan oleh siswa |
E. Kegiatan Interaktif Pembelajaran
1. Aktivitas 1: Ayo Mengamati!
Petunjuk:
Siswa mengamati lingkungan kelas selama 5 menit.
Contoh hasil pengamatan:
Siswa menyapu lantai.
Guru menjelaskan pelajaran.
Tugas:
Tuliskan:
2 kalimat aktif
2 kalimat pasif
2. Aktivitas 2: Ayo Bercerita (Pengalaman)
Petunjuk:
Ceritakan pengalamanmu saat libur akhir pekan.
Contoh:
Kalimat aktif:
Saya mengunjungi rumah nenek.
Kalimat pasif:
Rumah nenek dikunjungi oleh saya.
3. Aktivitas 3: Ayo Berimajinasi!
Petunjuk:
Bayangkan kamu hidup di dunia ajaib.
Contoh:
Kalimat aktif:
Peri kecil membawa tongkat sihir.
Kalimat pasif:
Tongkat sihir dibawa oleh peri kecil.
4. Aktivitas 4: Permainan “Ubah Kalimat!” 🎲
Cara bermain:
Guru membacakan kalimat aktif.
Siswa mengubahnya menjadi kalimat pasif.
Dilakukan secara bergantian atau berkelompok.
Contoh:
Guru: “Petani menanam padi.”
Siswa: “Padi ditanam oleh petani.”
F. Refleksi Siswa
Guru bertanya:
Apa perbedaan kalimat aktif dan pasif?
Kalimat mana yang lebih mudah kamu buat? Mengapa?
G. Rangkuman
Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan tindakan, sedangkan kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai tindakan. Kalimat aktif dan pasif dapat ditulis berdasarkan gagasan, pengamatan, pengalaman, dan imajinasi
Komentar
Posting Komentar