Selasa, 18 agustus 2026-4A-pend. Pancasial, IPAS & seni rupa
Selamat pagi,,,,
IDENTITAS DIRI;
A. Nama : GERY PERDHO HIPSON S.Pd
B. Mapel : pend.pancasila, IPAS & seni rupa
C. Hari/Tanggal : selasa, 18 Agustus 2026
D. Kelas : IV.A
E.
Selamat pagi,,,,Tabik pun
Assalamualaikum.wr.wb anak sholeh/sholeha IV.A apa kabar hari ini?Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.aamiin ya Robbal allamin. Jangan lupa sebelum belajar dengarkan tausiah dan rangkum isinya kemudian tadarus dan shalat dhuha.
Latar Belakang: Jepang mengalami kekalahan beruntun dari Sekutu dalam Perang Pasifik. Untuk menarik simpati rakyat Indonesia agar mau membantu Jepang melawan Sekutu, pemerintah Jepang menjanjikan kemerdekaan dengan membentuk BPUPKI pada 1 Maret 1945.
Pemanfaatan oleh Para Pendiri Bangsa: Tokoh-tokoh nasional tidak memperdulikan motif tersembunyi Jepang, melainkan memanfaatkan BPUPKI secara maksimal sebagai wadah resmi hukum/politik untuk merumuskan syarat-syarat berdirinya negara merdeka, meliputi dasar negara, konstitusi, dan wilayah negara.
Mr. Mohammad Yamin (29 Mei 1945): Berfokus pada landasan etis dan kebangsaan: (1) Peri Kebangsaan, (2) Peri Kemanusiaan, (3) Peri Ketuhanan, (4) Peri Kerakyatan, (5) Kesejahteraan Rakyat.
Prof. Dr. Soepomo (31 Mei 1945): Berfokus pada struktur sosial dan hukum negara berlandaskan Paham Integralistik/Kekeluargaan: (1) Persatuan, (2) Kekeluargaan, (3) Keseimbangan lahir dan batin, (4) Musyawarah, (5) Keadilan rakyat.
Ir. Soekarno (1 Juni 1945): Berfokus pada filsafat negara (Philosofische Grondslag) yang sistematik: (1) Kebangsaan Indonesia, (2) Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, (3) Mufakat atau Demokrasi, (4) Kesejahteraan Sosial, (5) Ketuhanan yang berkebudayaan.
Latar Belakang Pembentukan: Dibentuk setelah sidang pertama BPUPKI selesai karena belum tercapai kesepakatan final mengenai rumusan dasar negara antara golongan nasionalis sekuler dan golongan Islam.
Susunan Anggota:
Ketua: Ir. Soekarno
Wakil Ketua: Drs. Mohammad Hatta
Anggota: Mr. A.A. Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdulkahar Muzakir, H. Agus Salim, Mr. Achmad Soebardjo, K.H. Abdul Wahid Hasjim, Mr. Muhammad Yamin.
Peran Utama: Menyelaraskan usulan-usulan dasar negara dan menjembatani jurang pemisah antara kelompok nasionalis dan kelompok Islam, yang membuahkan hasil berupa rancangan Piagam Jakarta (22 Juni 1945).
Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
Kemanusiaan yang adil dan beradab.
Persatuan Indonesia.
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Perubahan: Klausa "dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" dihapus dan diganti menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa".
Alasan: Utusan dari Indonesia bagian timur (melalui Opsir Kaigun/Angkatan Laut Jepang) menyampaikan keberatan atas klausul tersebut karena mengabaikan warga non-Muslim. Demi menjaga persatuan, kesatuan, dan mencegah potensi disintegrasi/pemisahan diri wilayah timur Indonesia yang baru merdeka, para tokoh Islam berjiwa besar menyepakati perubahan tersebut
TP :Mengidentifikasi karakter para perumus Pancasila; |
Materi Pokok Sejarah perumusan Pancasila; |
A. Memenuhi janji kemerdekaan tanpa syarat yang diberikan Jepang kepada seluruh negara Asia
B. Menarik simpati rakyat Indonesia karena posisi Jepang yang semakin terdesak dalam Perang Pasifik
C. Menyiapkan struktur pemerintahan sipil pengganti pemerintah kolonial Belanda
D. Membantu rakyat Indonesia menyusun teks proklamasi kemerdekaan
Jawaban: B
Pembahasan: Jepang berada dalam kondisi terdesak oleh sekutu pada Perang Dunia II/Perang Pasifik, sehingga memerlukan dukungan dan simpati rakyat Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan melalui pembentukan BPUPKI.
2. Dalam sidang pertama BPUPKI (29 Mei – 1 Juni 1945), tiga tokoh utama menyampaikan gagasan mengenai dasar negara Indonesia merdeka. Tokoh yang mengemukakan lima asas: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat secara lisan pada tanggal 29 Mei 1945 adalah...
A. Prof. Dr. Soepomo
B. Ir. Soekarno
C. Mr. Mohammad Yamin
D. Drs. Mohammad Hatta
Jawaban: C
Pembahasan: Mr. Mohammad Yamin menyampaikan pidato tentang lima asas dasar negara pada hari pertama sidang pertama BPUPKI, yaitu 29 Mei 1945.
3. Prof. Dr. Soepomo menyampaikan gagasan dasar negara pada tanggal 31 Mei 1945. Paham utama yang melandasi pemikiran beliau tentang konsep negara Indonesia merdeka adalah...
A. Paham Negara Individualis (Perorangan)
B. Paham Negara Class Theory (Teori Golongan)
C. Paham Negara Integralistik (Paham Kekeluargaan/Persatuan)
D. Paham Negara Liberal Aristokratis
Jawaban: C
Pembahasan: Prof. Dr. Soepomo menekankan Teori Negara Integralistik/Paham Kekeluargaan, di mana negara menyatu dengan seluruh rakyatnya dan melampaui kepentingan golongan atau individu.
4. Istilah "Pancasila" pertama kali diusulkan oleh Ir. Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945. Usulan nama tersebut diperoleh Soekarno atas saran dari...
A. Drs. Mohammad Hatta
B. Seorang ahli bahasa (Sardjito/Ki Bagoes Hadikoesoemo)
C. Mr. A.A. Maramis
D. K.H. Wachid Hasjim
Jawaban: B
Pembahasan: Ir. Soekarno menyatakan bahwa nama "Pancasila" diberikan atas petunjuk seorang teman ahli bahasa (Muhammad Yamin/ahli bahasa lainnya) untuk mengagantikan nama Panca Dharma.
5. Untuk menampung dan menyelaraskan berbagai usulan dasar negara yang masuk, dibentuk Panitia Sembilan. Tokoh yang mengepulkan tugas sebagai ketua Panitia Sembilan adalah...
A. Drs. Mohammad Hatta
B. Mr. Achmad Soebardjo
C. K.H. A. Wahid Hasyim
D. Ir. Soekarno
Jawaban: D
Pembahasan: Panitia Sembilan diketuai oleh Ir. Soekarno dengan wakil ketua Drs. Mohammad Hatta.
6. Panitia Sembilan berhasil merumuskan rancangan Pembukaan UUD pada tanggal 22 Juni 1945 yang dikenal dengan sebutan Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Istilah "Piagam Jakarta" dinamai oleh...
A. Ir. Soekarno
B. Mr. Mohammad Yamin
C. K.H. Kahar Muzakir
D. Mr. Kasman Singodimedjo
Jawaban: B
Pembahasan: Mr. Mohammad Yamin mempopulerkan penamaan rancangan Mukaddimah/Pembukaan UUD tersebut dengan nama Jakarta Charter atau Piagam Jakarta.
7. Perbedaan mendasar antara rumusan Pancasila dalam Piagam Jakarta (22 Juni 1945) dan Pembukaan UUD 1945 (18 Agustus 1945) terletak pada...
A. Sila kedua, dari "Kemanusiaan yang adil dan beradab" menjadi "Kemanusiaan yang berkeadilan"
B. Sila pertama, penghapusan klausa "dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya"
C. Sila ketiga, persatuan Indonesia dipindahkan menjadi sila kelima
D. Penambahan sila baru tentang kebebasan beragama
Jawaban: B
Pembahasan: Tujuh kata dalam sila pertama Piagam Jakarta dihapus dan diubah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" demi menjaga keutuhan serta persatuan bangsa Indonesia dari wilayah timur.
8. Tokoh yang berperan penting dalam memprakarsai komunikasi dan kompromi dengan para tokoh Islam untuk mengubah kalimat pada sila pertama Piagam Jakarta menjelang sidang PPKI 18 Agustus 1945 adalah...
A. Ir. Soekarno
B. Drs. Mohammad Hatta
C. Sutan Sjahrir
D. Mr. Soepomo
Jawaban: B
Pembahasan: Drs. Mohammad Hatta mengumpulkan wakil-wakil kelompok Islam (seperti Ki Bagoes Hadikoesoemo, K.H. Wahid Hasyim, Mr. Kasman Singodimedjo, dan Teuku Muhammad Hasan) untuk menyepakati perubahan sila pertama demi persatuan nasional.
9. Badan yang secara resmi mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia yang sah pada tanggal 18 Agustus 1945 adalah...
A. BPUPKI
B. Panitia Sembilan
C. PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia)
D. KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat)
Jawaban: C
Pembahasan: PPKI (Dokuritsu Junbi Inkai) mengesahkan Pembukaan UUD 1945 (yang terkandung rumusan Pancasila di dalamnya) pada tanggal 18 Agustus 1945.
10. Ir. Soekarno sempat menawarkan opsi jika lima dasar negara (Pancasila) diperas menjadi tiga dasar (Trisila). Ketiga unsur Trisila tersebut meliputi...
A. Sosio-nasionalisme, Sosio-demokrasi, dan Ketuhanan
B. Kebangsaan, Kemanusiaan, dan Keadilan
C. Gotong royong, Kekeluargaan, dan Musyawarah
D. Ketuhanan, Kerakyatan, dan Kemakmuran
Jawaban: A
Pembahasan: Dalam pidato 1 Juni 1945, Soekarno menawarkan perasan Pancasila menjadi Trisila (Sosio-nasionalisme, Sosio-demokrasi, dan Ketuhanan) dan bila diperas lagi menjadi Ekasila (Gotong Royong).
Bagian II: Soal Essay (10 Soal)
Soal 1
Jelaskan alasan latar belakang pembentukan BPUPKI oleh Jepang dan bagaimana tokoh-tokoh pendiri bangsa memanfaatkan keberadaan lembaga tersebut untuk kepentingan kemerdekaan Indonesia!
Kunci Jawaban:
Soal 2
Bandingkan gagasan dasar negara yang disampaikan oleh Mr. Mohammad Yamin (29 Mei 1945), Prof. Dr. Soepomo (31 Mei 1945), dan Ir. Soekarno (1 Juni 1945)! Sebutkan fokus pemikiran dari masing-masing tokoh!
Kunci Jawaban:
Soal 3
Uraikan pembentukan Panitia Sembilan, susunan anggotanya, serta peran utamanya dalam proses perumusan dasar negara!
Kunci Jawaban:
Soal 4
Apakah yang dimaksud dengan Piagam Jakarta (Jakarta Charter)? Tuliskan secara rinci rumusan Pancasila yang terkandung di dalam Piagam Jakarta!
Kunci Jawaban:
Piagam Jakarta adalah naskah rancangan Pembukaan UUD 1945 yang disusun oleh Panitia Sembilan pada tanggal 22 Juni 1945.
Rumusan Pancasila dalam Piagam Jakarta:
Soal 5
Jelaskan perubahan yang terjadi pada rumusan sila pertama Piagam Jakarta pada tanggal 18 Agustus 1945! Mengapa perubahan tersebut dilakukan?
Kunci Jawaban:
Pemahaman IPAS
Menjelaskan bentuk dan fungsi pancaindra; menganalisis siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menyimpulkan proses perubahan wujud zat; menjelaskan sumber dan bentuk energi, serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari; membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; menjelaskan peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggal dan sekolah; mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional/digital; mengklasifikasikan ragam bentang alam dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat, ragam budaya serta upaya untuk melestarikannya; menganalisis sejarah masyarakat di lingkungan tempat tinggal; menjelaskan nilai mata uang dan fungsinya, serta cara mengelola keuangan secara bijak
1. Apa itu Gaya?
Pengertian: Gaya adalah tarikan atau dorongan yang diberikan kepada suatu benda.
Ketika kita melakukan tarikan atau dorongan, kita sedang memberikan gaya pada benda tersebut. Untuk melakukan gaya, kita memerlukan energi.
Contoh Tarikan: Membuka pintu kulkas, menarik gerobak, mencabut colokan listrik, bermain layang-layang.
Contoh Dorongan: Menendang bola, mendorong meja, menekan tombol sakelar, mengayuh sepeda.
2. Pengaruh Gaya Terhadap Benda
Gaya tidak dapat dilihat, tetapi dampak atau pengaruhnya bisa kita rasakan dan lihat. Pengaruh gaya antara lain:
Mengubah Posisi / Menggerakkan Benda Diam
Contoh: Meja yang diam bergerak saat didorong.
Menghentikan Benda yang Bergerak
Contoh: Sepeda yang melaju akan berhenti saat rem ditekan.
Mengubah Arah Gerak Benda
Contoh: Bola yang memantul atau dioper saat bermain sepak bola.
Mengubah Bentuk Benda
Contoh: Plastisin/tanah liat yang ditekan menjadi bentuk baru, atau kaleng bekas yang dipipihkan.
Mengubah Kecepatan Benda
Contoh: Mengayuh sepeda lebih cepat saat terburu-buru.
3. Jenis-Jenis Gaya
Gaya dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu Gaya Sentuh (terjadi saat ada kontak fisik langsung) dan Gaya Tak Sentuh (terjadi tanpa kontak fisik langsung).
A. Gaya Sentuh
1. Gaya Otot
Gaya yang dihasilkan oleh otot tubuh manusia atau hewan.
Contoh: Menendang bola, membawa tas sekolah, kerbau menarik bajak sawah.
2. Gaya Gesek
Gaya yang timbul akibat gesekan antara dua permukaan benda yang saling bersentuhan.
Contoh: Rem sepeda yang bergesekan dengan roda, telapak sepatu yang bergesekan dengan jalan.
3. Gaya Pegas
Gaya yang dihasilkan oleh benda elastis yang diregangkan atau ditekan.
Contoh: Memanah (tali busur), melompat di atas trampolin, katapel.
B. Gaya Tak Sentuh
4. Gaya Magnet
Gaya tarik atau gaya tolak yang dihasilkan oleh magnet terhadap benda bernasib magnetis (seperti besi atau baja).
Contoh: Hiasan magnet yang menempel di pintu kulkas, jarum kompas.
5. Gaya Gravitasi
Gaya tarik bumi yang menarik semua benda menuju ke pusat bumi.
Contoh: Buah kelapa yang jatuh ke tanah, air terjun mengalir ke bawah.
6. Gaya Listrik (Listrik Statis/Dinamis)
Gaya yang dihasilkan oleh benda yang bermuatan listrik.
Contoh: Penggaris plastik yang digosokkan ke rambut bisa menarik serpihan kertas kecil.
Latihan Soal & Pembahasan
Soal 1 (Pemahaman Konsep)
Ketika kamu melempar bola kasti ke atas, bola tersebut akan kembali jatuh ke tanah. Gaya apakah yang bekerja pada peristiwa tersebut?
Jawaban: Gaya Gravitasi Bumi. Gaya ini menarik semua benda yang berada di udara kembali ke permukaan bumi.
Soal 2 (Pengidentifikasian Gaya)
Mengalami (Experiencing)
Mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain dalam benda-benda di sekitar/karya seni rupa.
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Peserta didik mampu mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain pada karya seni di sekitar.
Pengertian Unsur-Unsur Rupa
Unsur-unsur rupa adalah bagian-bagian dasar yang membentuk sebuah karya seni rupa. Seperti huruf yang membentuk kata, unsur-unsur rupa membentuk gambar atau karya seni sehingga menjadi indah dan bermakna.
Macam-Macam Unsur Rupa
1. Titik
Titik merupakan unsur rupa yang paling sederhana.
Titik dapat dibuat menggunakan pensil, spidol, kuas, atau alat lainnya.
Contoh
- Titik hujan
- Titik pada motif batik
- Bintang-bintang di langit
Fungsi titik:
- Membentuk garis.
- Memberikan tekstur.
- Menjadi pusat perhatian pada gambar.
2. Garis
Garis adalah kumpulan titik yang saling berhubungan.
Jenis-jenis garis
- Garis lurus
- Garis lengkung
- Garis zigzag
- Garis bergelombang
- Garis putus-putus
Fungsi garis:
- Membatasi bentuk.
- Menunjukkan arah.
- Memberi kesan gerak.
3. Bentuk (Shape)
Bentuk adalah hasil pertemuan beberapa garis.
Contoh bentuk
- Lingkaran
- Persegi
- Persegi panjang
- Segitiga
- Oval
Bentuk dapat dibedakan menjadi:
- Bentuk geometris, seperti lingkaran dan persegi.
- Bentuk organik, seperti daun, awan, bunga, atau hewan.
4. Bidang
Bidang merupakan bentuk yang memiliki panjang dan lebar.
Contohnya:
- Permukaan meja
- Kertas gambar
- Layang-layang
- Daun
Bidang dapat berupa:
- Bidang geometris
- Bidang tidak beraturan
5. Warna
Warna membuat karya menjadi lebih menarik.
Jenis warna
Warna Primer
- Merah
- Kuning
- Biru
Warna Sekunder
Campuran dua warna primer.
Contoh:
- Merah + Kuning = Jingga
- Kuning + Biru = Hijau
- Merah + Biru = Ungu
Warna Tersier
Campuran warna primer dan sekunder.
6. Tekstur
Tekstur adalah keadaan permukaan suatu benda yang dapat dilihat atau diraba.
Contoh tekstur
- Kasar (batu, kulit pohon)
- Halus (kaca, kain sutra)
- Licin
- Berbulu
Tekstur membuat karya terlihat lebih nyata.
7. Ruang
Ruang adalah kesan luas atau kedalaman pada sebuah karya.
Contoh:
- Gambar jalan yang tampak jauh.
- Gambar gunung di belakang rumah.
Pada karya dua dimensi, ruang hanya berupa kesan.
Pada karya tiga dimensi, ruang benar-benar memiliki panjang, lebar, dan tinggi.
Contoh Unsur Rupa dalam Kehidupan Sehari-hari
| Benda | Unsur Rupa yang Terlihat |
|---|---|
| Bunga | Warna, garis, bentuk |
| Bola | Bentuk, warna |
| Rumah | Garis, bidang, bentuk |
| Pohon | Garis, tekstur, warna |
| Pelangi | Warna |
Langkah-Langkah Mengamati Unsur Rupa
- Amati sebuah gambar.
- Perhatikan garis yang digunakan.
- Amati bentuk-bentuknya.
- Sebutkan warna yang terlihat.
- Perhatikan teksturnya.
- Tentukan unsur rupa yang paling menonjol.
A. Apa itu Prinsip Desain?
Prinsip desain adalah aturan atau pedoman yang digunakan agar sebuah karya seni atau benda tampak menarik, rapi, dan nyaman dilihat. Prinsip desain membantu seseorang menyusun bentuk, warna, garis, dan ruang sehingga menghasilkan karya yang indah dan memiliki fungsi yang baik.
Prinsip desain tidak hanya terdapat pada lukisan atau kerajinan, tetapi juga dapat ditemukan pada berbagai benda di sekitar, seperti tas, buku, pakaian, meja, kursi, kemasan makanan, dan taman.
B. Jenis-Jenis Prinsip Desain
1. Keseimbangan (Balance)
Keseimbangan adalah susunan bagian-bagian suatu benda sehingga terlihat serasi dan tidak berat sebelah.
Contoh:
- Dua pot bunga diletakkan di kanan dan kiri pintu.
- Gambar kupu-kupu memiliki sayap kanan dan kiri yang seimbang.
2. Kesatuan (Unity)
Kesatuan berarti semua bagian dalam suatu karya saling mendukung sehingga terlihat sebagai satu kesatuan.
Contoh:
- Warna dan bentuk pada kemasan makanan saling cocok.
- Seragam sekolah memiliki warna dan model yang sama.
3. Irama (Rhythm)
Irama adalah pengulangan bentuk, warna, atau garis yang teratur sehingga menciptakan kesan bergerak.
Contoh:
- Motif batik.
- Pagar dengan bentuk yang berulang.
4. Penekanan (Emphasis)
Penekanan adalah bagian yang dibuat lebih menonjol sehingga menjadi pusat perhatian.
Contoh:
- Judul buku dicetak lebih besar daripada isi.
- Logo pada kemasan dibuat lebih mencolok.
C. Mengenal Prinsip Desain melalui Pengamatan
Amatilah benda-benda di sekitar kelas atau rumah.
Contoh benda:
- Tas sekolah
- Tempat pensil
- Buku tulis
- Botol minum
- Kursi
- Lemari
Perhatikan:
- Apa warna yang digunakan?
- Apakah bentuknya seimbang?
- Bagian mana yang paling menarik perhatian?
- Apakah seluruh bagian tampak serasi?
KESIMPULAN:
1. Analogi Dasar
Unsur Seni Rupa adalah "bahan bangunan" (elemen fisik visual), sedangkan Prinsip Desain adalah "cara merancang/arsitekrurnya" (aturan menyusun bahan agar menjadi karya yang indah).
2. Peta Unsur Seni Rupa (8 Elemen)
Titik: Unsur paling dasar dan terkecil.
Garis: Goresan atau batas pembentuk (lurus, lengkung, zig-zag).
Bidang: Bentuk 2D yang memiliki panjang dan lebar.
Bentuk (Bangun): Bentuk 3D yang memiliki volume/kedalaman.
Ruang: Kesan kedalaman (nyata pada 3D, semu/ilusi pada 2D).
Warna: Memberikan karakter dan suasana (primer, sekunder, tersier).
Tekstur: Nilai raba permukaan benda (kasar, halus, nyata, semu).
Gelap Terang: Pencahayaan yang memberi kesan volume 3D dan kedalaman.
3. Peta Prinsip Desain (6 Kaidah Utama)
Keseimbangan (Balance): Bobot visual karya (simetris, asimetris, radial).
Kesatuan (Unity): Keterpaduan antar unsur sehingga menjadi satu karya yang utuh.
Irama (Rhythm): Pengulangan unsur secara teratur yang memberi kesan gerak.
Penekanan (Emphasis): Pusat perhatian utama (focal point) dalam karya.
Proporsi (Proportion): Perbandingan ukuran antar bagian agar terlihat ideal.
Keselarasan (Harmony): Perpaduan unsur yang serasi dan enak dipandang.
Contoh Soal
A. Pilihan Ganda
1. Unsur rupa yang paling sederhana adalah ....
a. Garis
b. Warna
c. Titik
d. Tekstur
Jawaban: A
2. Warna merah, kuning, dan biru disebut warna ....
a. Sekunder
b. Primer
c. Tersier
d. Netral
Jawaban: B
3. Permukaan batu termasuk tekstur ....
a. Halus
b. Kasar
c. Licin
d. Lembut
Jawaban: B
4. Lingkaran merupakan contoh ....
a. Warna
b. Tekstur
c. Bentuk
d. Ruang
Jawaban: C
5. Garis yang naik turun disebut garis ....
a. Lurus
b. Lengkung
c. Zigzag
d. Putus-putus
Jawaban: C

Komentar
Posting Komentar