Selasa, 4 agustus 2026-4A- Pend. PANCASILA, SENIRUPA, & IPAS

 




Selamat pagi,,,, 

Assalamualaikum.wr.wb anak shalih/sholeha IV.A bagaimana kabarnya hari ini Alhamdulillah semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Jangan lupa sebelum belajar mendengarkan tausiah dan merangkum isinya kemudian tadarus dan sholat duha


MATA PELAJARAN:  PENDIDIKAN PANCASILA

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Peserta didik dapat menjelaskan kronologi sejarah perumusan Pancasila  (sidang BPUPKI hingga penetapan PPKI) secara runtut.



MATERI AJAR: SEJARAH PERUMUSAN PANCASILA DAN USULAN LIMA DASAR NEGARA (BERMAIN PERAN)

METODE PEMBELAJARAN: DISCOVERY LEARNING

A. Latar Belakang Perumusan Pancasila

Sebelum Indonesia merdeka, dibentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Salah satu tugas badan ini adalah merumuskan dasar negara Indonesia.

Sidang pertama BPUPKI dilaksanakan pada 29 Mei–1 Juni 1945. Dalam sidang tersebut, beberapa tokoh menyampaikan gagasannya mengenai dasar negara.


B. Tokoh-Tokoh Perumus Dasar Negara

Tokoh yang menyampaikan usulan dasar negara antara lain:

  1. Mohammad Yamin (29 Mei 1945)
  2. Prof. Dr. Soepomo (31 Mei 1945)
  3. Ir. Soekarno (1 Juni 1945)

Ketiga tokoh tersebut memberikan gagasan yang menjadi dasar lahirnya Pancasila.

C. Usulan Lima Dasar Negara

1. Usulan Mohammad Yamin

Mohammad Yamin mengusulkan lima dasar negara, yaitu:

  1. Peri Kebangsaan
  2. Peri Kemanusiaan
  3. Peri Ketuhanan
  4. Peri Kerakyatan
  5. Kesejahteraan Rakyat

Makna: Indonesia harus menjadi bangsa yang bersatu, menjunjung kemanusiaan, beriman kepada Tuhan, mengutamakan musyawarah, dan mewujudkan kesejahteraan rakyat.


2. Usulan Prof. Dr. Soepomo

Soepomo mengusulkan lima dasar negara, yaitu:

  1. Persatuan
  2. Kekeluargaan
  3. Keseimbangan lahir dan batin
  4. Musyawarah
  5. Keadilan rakyat

Makna: Negara dibangun atas semangat persatuan, gotong royong, musyawarah, dan keadilan bagi seluruh rakyat.


3. Usulan Ir. Soekarno

Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengusulkan lima dasar negara, yaitu:

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan
  3. Mufakat atau Demokrasi
  4. Kesejahteraan Sosial
  5. Ketuhanan Yang Maha Esa

Ir. Soekarno memberi nama lima dasar tersebut Pancasila.


D. Lahirnya Pancasila

Setelah melalui musyawarah dan berbagai pembahasan, akhirnya disepakati rumusan Pancasila yang kemudian menjadi dasar negara Republik Indonesia.

Nilai yang dapat diteladani dari para tokoh adalah:

  • Menghargai pendapat orang lain.
  • Bermusyawarah untuk mencapai mufakat.
  • Mengutamakan persatuan.
  • Mencintai tanah air.
  • Bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara.

Kegiatan Pembelajaran (Bermain Peran)

Persiapan

Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok.

Pembagian Peran

  • Narator
  • Ketua Sidang BPUPKI
  • Mohammad Yamin
  • Prof. Dr. Soepomo
  • Ir. Soekarno
  • Peserta sidang

Skenario Bermain Peran

Narator

"Pada tahun 1945, BPUPKI mengadakan sidang untuk membahas dasar negara Indonesia. Beberapa tokoh menyampaikan usulan mereka."


Ketua Sidang

"Sidang BPUPKI dimulai. Kami persilakan Bapak Mohammad Yamin menyampaikan usulannya."


Mohammad Yamin

"Saya mengusulkan lima dasar negara, yaitu:

  1. Peri Kebangsaan
  2. Peri Kemanusiaan
  3. Peri Ketuhanan
  4. Peri Kerakyatan
  5. Kesejahteraan Rakyat."

Ketua Sidang

"Terima kasih. Selanjutnya kami persilakan Prof. Dr. Soepomo."


Soepomo

"Saya mengusulkan dasar negara sebagai berikut:

  1. Persatuan
  2. Kekeluargaan
  3. Keseimbangan lahir dan batin
  4. Musyawarah
  5. Keadilan rakyat."

Ketua Sidang

"Terima kasih. Selanjutnya kami persilakan Ir. Soekarno."


Ir. Soekarno

"Saya mengusulkan lima dasar negara, yaitu:

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan
  3. Mufakat atau Demokrasi
  4. Kesejahteraan Sosial
  5. Ketuhanan Yang Maha Esa.

Kelima dasar tersebut saya beri nama Pancasila."


Ketua Sidang

"Terima kasih kepada seluruh tokoh atas usulannya. Semoga melalui musyawarah kita dapat memperoleh dasar negara terbaik bagi Indonesia."


Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

A. Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa tujuan sidang BPUPKI?
  2. Siapa saja tokoh yang mengusulkan dasar negara?
  3. Siapakah yang pertama kali memperkenalkan nama "Pancasila"?
  4. Sebutkan lima dasar negara menurut Ir. Soekarno!
  5. Sikap apa yang dapat kita teladani dari para tokoh perumus Pancasila?

MAPEL IPAS

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu memberikan contoh penerapan perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari.

MATERI AJAR: PENERAPAN ENERGI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

MODEL PEMBELAJARAN : PROBLEM BASIC LEARNING




D. Penerapan Energi dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Di Rumah

  • Menyalakan lampu menggunakan energi listrik.
  • Memasak menggunakan kompor gas.
  • Menonton televisi.
  • Menyalakan kipas angin.
  • Mengisi daya telepon genggam.

2. Di Sekolah

  • Menggunakan proyektor saat belajar.
  • Menyalakan lampu kelas.
  • Menggunakan komputer.
  • Membunyikan bel sekolah.

3. Di Lingkungan

  • Lampu lalu lintas menggunakan energi listrik.
  • Kendaraan menggunakan energi dari bahan bakar.
  • Panel surya mengubah energi matahari menjadi energi listrik.
  • Kincir angin memanfaatkan energi angin untuk menghasilkan listrik.

E. Pentingnya Menghemat Energi

Energi perlu digunakan secara bijaksana agar tidak cepat habis dan lingkungan tetap terjaga.

Contoh cara menghemat energi:

  • Mematikan lampu saat tidak digunakan.
  • Mencabut charger setelah selesai digunakan.
  • Menggunakan air secukupnya.
  • Memanfaatkan cahaya matahari pada siang hari.
  • Berjalan kaki atau bersepeda jika jarak dekat.
  • Menggunakan peralatan listrik secara efisien.

F. Contoh Soal

Soal 1

Apa yang dimaksud dengan energi?

Jawaban:
Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau menyebabkan terjadinya perubahan.


Soal 2

Sebutkan lima bentuk energi!

Jawaban:

  1. Energi panas
  2. Energi cahaya
  3. Energi listrik
  4. Energi gerak
  5. Energi bunyi

Soal 3

Apa perubahan energi yang terjadi pada kipas angin?

Jawaban:
Energi listrik menjadi energi gerak.


Soal 4

Mengapa kita harus menghemat energi?

Jawaban:
Agar sumber energi tidak cepat habis, mengurangi pemborosan, menghemat biaya, dan membantu menjaga kelestarian lingkungan.


G. Latihan

  1. Sebutkan tiga contoh penggunaan energi listrik di rumah.
  2. Apa sumber energi terbesar bagi bumi?
  3. Jelaskan perubahan energi yang terjadi pada kompor gas.
  4. Tuliskan empat cara menghemat energi.
  5. Mengapa energi sangat penting bagi kehidupan manusia?

MAPEL SENI RUPA

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu Mengidentifikasi unsur keseimbangan dan irama pada berbagai karya seni rupa.

MATERI AJAR: Keseimbangan dan Irama dalam Karya Seni Rupa

MODEL PEMBELAJARAN : PROBLEM BASIC LEARNING



A. Pengertian Keseimbangan

Keseimbangan adalah susunan unsur-unsur seni rupa sehingga karya terlihat serasi, tidak berat sebelah, dan nyaman dipandang.

Keseimbangan membantu membuat sebuah gambar tampak rapi dan menarik.

Jenis-Jenis Keseimbangan

1. Keseimbangan Simetris

Keseimbangan simetris terjadi apabila sisi kanan dan kiri memiliki bentuk, ukuran, atau susunan yang hampir sama.

Contoh:

  • Kupu-kupu
  • Wajah manusia
  • Bangunan yang memiliki bentuk sama di kedua sisinya

2. Keseimbangan Asimetris

Keseimbangan asimetris terjadi apabila kedua sisi berbeda bentuk atau ukuran, tetapi tetap terlihat seimbang.

Contoh:

  • Lukisan pemandangan
  • Taman bunga
  • Poster

B. Pengertian Irama

Irama dalam seni rupa adalah pengulangan unsur-unsur seni secara teratur sehingga menghasilkan kesan gerak dan keteraturan.

Irama membuat karya menjadi lebih hidup, menarik, dan tidak membosankan.


C. Bentuk Irama

1. Irama Berulang

Pengulangan bentuk yang sama secara terus-menerus.

Contoh:

  • Motif garis
  • Pola batik
  • Deretan bunga

2. Irama Bergantian

Pengulangan dua atau lebih bentuk secara bergantian.

Contoh:

  • Lingkaran – segitiga – lingkaran – segitiga
  • Warna merah – kuning – merah – kuning

3. Irama Bertingkat

Pengulangan dengan perubahan ukuran, warna, atau bentuk secara bertahap.

Contoh:

  • Lingkaran kecil → sedang → besar
  • Warna muda → sedang → tua

D. Contoh Penerapan Keseimbangan dan Irama

Dalam kehidupan sehari-hari, keseimbangan dan irama dapat ditemukan pada berbagai karya seni.

Karya SeniKeseimbanganIrama
BatikSusunan motif seimbangPengulangan motif
AnyamanPola rapiPengulangan garis
PosterPenempatan gambar dan tulisan seimbangPengulangan warna atau bentuk
LukisanObjek tersusun seimbangPengulangan bentuk, warna, atau garis

E. Langkah Membuat Karya Seni

Tema

"Hiasan Bunga"

Alat dan Bahan

  • Kertas gambar
  • Pensil
  • Penghapus
  • Penggaris
  • Krayon atau pensil warna

Langkah-langkah

  1. Tentukan tema gambar.
  2. Buat sketsa sederhana.
  3. Susun gambar agar seimbang.
  4. Tambahkan motif yang berulang sehingga muncul irama.
  5. Warnai gambar dengan rapi.
  6. Periksa kembali hasil karya.

F. Contoh Soal

Soal 1

Apa yang dimaksud dengan keseimbangan dalam seni rupa?

Jawaban:
Keseimbangan adalah susunan unsur-unsur seni rupa sehingga karya terlihat serasi, tidak berat sebelah, dan nyaman dipandang.


Soal 2

Apa yang dimaksud dengan irama dalam seni rupa?

Jawaban:
Irama adalah pengulangan unsur-unsur seni rupa secara teratur sehingga menghasilkan kesan gerak dan keteraturan.


Soal 3

Sebutkan dua jenis keseimbangan!

Jawaban:

  1. Keseimbangan simetris.
  2. Keseimbangan asimetris.

Soal 4

Mengapa irama penting dalam sebuah karya seni?

Jawaban:
Karena irama membuat karya terlihat lebih hidup, menarik, teratur, dan tidak membosankan.


Soal 5

Sebutkan contoh karya seni yang memiliki irama!

Jawaban:

  • Batik
  • Anyaman
  • Poster
  • Lukisan
  • Motif hias

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senin, 7 september 2026-4A - matematika

Senin, 7 september 2026-4A- BAHASA INDONESIA

Selasa, 8 september 2026-4A- IPAS